Senin, 19 Oktober 2009

ayah

“untuk AYAH tercinta”
Sedalam laut, seluas langit
cinta selalu tak bisa diukur
begitulah ayah mengurai
waktu
meneteskan keringat dan
rindunya
untukku
Waktu memang tak akrab
denganku dan ayah
tapi di dalam buku
gambarku
tak pernah ada duka atau
badai
hanya sederet sketsa
tentang aku, ayah dan
tawa
yang selalu bersama
PUTUS CINTA… sudah
biasa…
PUTUS ROKOK…
merana…
PUTUS REM… matilah
kita…

Tidak ada komentar: